SMMA Suntik Modal Rp365,05 Miliar Perkuat Struktur Keuangan Anak Usaha

PT Sinar Mas Multiartha Tbk konversi utang dan setoran tunai untuk memperkuat modal PT Rizki Lancar Sentosa, langkah efisien tanpa risiko besar bagi keuangan induk.

- Pewarta

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMMA suntik modal Rp365,05 miliar ke anak usaha melalui konversi utang dan setoran tunai untuk perkuat ekuitas bisnis. (Dok. smma.co.id)

SMMA suntik modal Rp365,05 miliar ke anak usaha melalui konversi utang dan setoran tunai untuk perkuat ekuitas bisnis. (Dok. smma.co.id)

LANGKAH besar kerap dimulai dengan keputusan senyap yang luput dari perhatian banyak orang, dan itulah yang kini dilakukan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA).

Perusahaan jasa keuangan ini resmi memperkuat struktur permodalan anak usahanya, PT Rizki Lancar Sentosa, dengan injeksi dana senilai Rp365,05 miliar.

Direktur Utama SMMA, Burhanuddin Abdullah, menjelaskan bahwa suntikan modal dilakukan melalui kombinasi konversi utang menjadi saham serta setoran tunai.

“Transaksi ini terdiri dari dua bagian, yaitu konversi utang menjadi saham sebanyak 340.000 saham dan pengeluaran saham baru sebanyak 25.055 saham dengan nilai penyetoran tunai sebesar Rp25,055 miliar,” kata Burhanuddin dalam keterangan resminya, Jumat (15/8/2025).

Strategi Konversi Utang Menjadi Saham Perkuat Struktur Permodalan Anak Usaha

SMMA menegaskan bahwa strategi konversi utang menjadi saham sebesar Rp340 miliar merupakan langkah efisien untuk memperkuat modal PT Rizki Lancar Sentosa.

Skema ini tidak hanya mengurangi beban kewajiban, tetapi juga meningkatkan porsi ekuitas perusahaan anak di tengah kebutuhan memperkokoh struktur finansial jangka panjang.

Dengan konversi utang tersebut, perusahaan mampu menjaga stabilitas neraca tanpa harus menanggung risiko tambahan dalam bentuk kewajiban bunga.

Setoran Tunai Rp25,05 Miliar Sebagai Bukti Dukungan Finansial Langsung Perusahaan Induk

Selain konversi utang, SMMA juga menambah modal anak usahanya dengan penyetoran tunai senilai Rp25,05 miliar melalui penerbitan saham baru.

Penyetoran tunai ini menegaskan komitmen perusahaan induk dalam mendukung ekspansi usaha PT Rizki Lancar Sentosa secara lebih fleksibel dan terukur.

Dengan kombinasi dua skema tersebut, total dana segar yang masuk mencapai Rp365,05 miliar, memperkuat posisi anak usaha dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Nilai Transaksi Tidak Melebihi Ambang Batas Transaksi Material Menurut Regulasi Pasar Modal

Burhanuddin Abdullah memastikan bahwa transaksi ini tidak termasuk kategori transaksi material karena nilainya tidak melebihi 20 persen dari ekuitas SMMA.

“Transaksi ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha PT Sinar Mas Multiartha Tbk,” tegasnya.

Hal ini menegaskan bahwa meski nominalnya besar, langkah tersebut tetap dalam koridor regulasi pasar modal dan tidak menimbulkan risiko sistemik.

Pergerakan Saham SMMA Usai Pengumuman Transaksi Penguatan Permodalan Anak Usaha

Pasar modal merespons positif langkah strategis tersebut, meskipun pergerakannya masih cenderung tipis dalam perdagangan Jumat (15/8/2025).

Saham SMMA tercatat naik 0,16 persen ke level Rp16.050 per saham pada penutupan sesi II perdagangan.

Kenaikan tipis ini mencerminkan bahwa investor menilai aksi korporasi SMMA sebagai langkah positif dalam memperkokoh pondasi bisnis jangka panjang.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

TuwagaFinance.id Perkuat Akses Informasi Finansial yang Terstruktur: Dari Berita Ekonomi hingga Panduan Keuangan Harian
Optimalisasi Sistem BSI Mobile: Kepercayaan Nasabah Dipertaruhkan
Saham BBCA Anjlok, Sentimen BLBI Ganggu Kepercayaan Investor Asing
Polemik Bunga Tinggi BSI, Fakta Data dan Penjelasan Direksi
Kontroversi Penjualan Saham BCA: Benarkah Harganya Ditekan Murah?
Polemik Akuisisi BCA dan Bantahan Rosan: Menakar Arah Danantara Indonesia
Uang Rp250 Ribu Viral di Medsos: Investigasi Fakta dan Klarifikasi BI
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:00 WIB

TuwagaFinance.id Perkuat Akses Informasi Finansial yang Terstruktur: Dari Berita Ekonomi hingga Panduan Keuangan Harian

Rabu, 3 September 2025 - 14:31 WIB

Optimalisasi Sistem BSI Mobile: Kepercayaan Nasabah Dipertaruhkan

Selasa, 2 September 2025 - 07:29 WIB

Saham BBCA Anjlok, Sentimen BLBI Ganggu Kepercayaan Investor Asing

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:38 WIB

Polemik Bunga Tinggi BSI, Fakta Data dan Penjelasan Direksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 10:24 WIB

Kontroversi Penjualan Saham BCA: Benarkah Harganya Ditekan Murah?

Berita Terbaru