Pelaku Industri Asuransi Minta Ketentuan OJK Terkait dengan Dana Wajib Minimum Tak Diberlakukan Lagi

- Pewarta

Sabtu, 22 Juni 2024 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon. (Dok. Aaji.or.id)

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon. (Dok. Aaji.or.id)

INFOFINANSIAL.COM–  Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan beberapa masukan dari para pelaku industri asuransi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Terkait program penjaminan polis yang dimandatkan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), termasuk dana wajib minimum.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyampaikan hal itu di Jakarta, Jumat (21/6/2024)

Budi juga mengatakan bahwa para pelaku industri asuransi juga berharap perubahan dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengenai dana wajib minimum tidak diberlakukan lagi karena sudah digantikan dengan program penjaminan tersebut.

“Selain itu, mewakili semua perusahaan asuransi, khususnya asuransi jiwa.”

“Kalau boleh iuran yang nantinya akan dibayarkan perusahaan asuransi jiwa kepada LPS itu juga diperhitungkan dari iuran yang sudah dibayarkan kepada OJK,” ujarnya.

“Kami berharap bahwa yang nantinya menjadi bagian dari penjaminan polis ini adalah unsur proteksi, Itu yang wajib, bukan unsur investasi maupun unsur tabungan.”

“Sampai seberapa jauh? Yang kami setidak-tidaknya sampai batasan nilai retensi sendiri tiap perusahaan,” ucap Budi Tampubolon

Ia mengatakan bahwa perlu ada pembatasan manfaat yang dijaminkan hanya sampai dengan nilai retensi sendiri atau own retention (OR) masing-masing perusahaan asuransi.

Menurutnya, nilai OR tersebut berbeda antarperusahaan, dengan rata-rata berada di rentang Rp500 juta hingga Rp2 miliar, karena bergantung kepada kapasitas dari tiap-tiap perusahaan.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Mempertimbangkan hal tersebut, Budi mengatakan bahwa pihaknya juga menyarankan besaran iuran program penjaminan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kesehatan dan kehati-hatian perusahaan.

Ia menuturkan bahwa agar program tersebut dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan, maka

Sebaiknya dimulai terlebih dahulu di perusahaan yang memiliki kondisi keuangan maupun manajemen yang sehat dengan tingkat Risk Based Capital (RBC) teraudit sebesar 180 persen.

Hal tersebut untuk memberikan waktu bagi perusahaan yang tingkat kesehatannya masih di bawah dari persyaratan.

Agar dapat berbenah sehingga menyusul masuk dalam program penjaminan polis tersebut.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Mediaemiten.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hallosurabaya.com dan Nusraraya.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

 

Berita Terkait

Terkait Pembatalan Pencabutan Ijin Usaha Kresna Life oleh PTTUN, OJK Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung
BNI Lakukan Pemblokiran Terhadap Sebanyak 214 Rekening karena Terindikasi Aktivitas Judi Online
Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya
Dukungan Solvabilitas yang Tinggi, OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Indonesia pada Juni 2024 Terjaga Stabil
BRI Dinobatkan Sebagai Bank Persero dengan Kinerja Terbaik di Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024
Bank DKI Gandeng Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta untuk Tingkatkan Ekonomi Syariah
Termasuk untuk Cegah Kerugian Konsumen Baru, OJK Beberkan Alasan Pencabutan Izin Usaha Asuransi Jiwa Kresna
Tingkatkan Kualitas Layanan Kepada Nasabah, BRI Rilis Kebijakan Baru Terkait Rekening Pasif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:44 WIB

Terkait Pembatalan Pencabutan Ijin Usaha Kresna Life oleh PTTUN, OJK Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:25 WIB

BNI Lakukan Pemblokiran Terhadap Sebanyak 214 Rekening karena Terindikasi Aktivitas Judi Online

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:41 WIB

Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:18 WIB

Dukungan Solvabilitas yang Tinggi, OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Indonesia pada Juni 2024 Terjaga Stabil

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:30 WIB

BRI Dinobatkan Sebagai Bank Persero dengan Kinerja Terbaik di Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024

Minggu, 7 Juli 2024 - 19:15 WIB

Bank DKI Gandeng Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta untuk Tingkatkan Ekonomi Syariah

Jumat, 5 Juli 2024 - 16:33 WIB

Termasuk untuk Cegah Kerugian Konsumen Baru, OJK Beberkan Alasan Pencabutan Izin Usaha Asuransi Jiwa Kresna

Senin, 1 Juli 2024 - 15:44 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan Kepada Nasabah, BRI Rilis Kebijakan Baru Terkait Rekening Pasif

Berita Terbaru