Tapi, acara baru dimulai setelah Menem dan para wartawan dunia menunggu lebih dari tiga jam. 

Menem menggunakan pakaian lengkap, jas warna hitam dengan dasi biru. 

Maradona muncul dengan training atas berwarna biru dongker, celana pendek warna putih, sudah ada bercak kotoran debu, kaos kaki juga sama kotornya dan sepatu bola.

Begitu muncul, sang presiden langsung menyambut dengan berpelukan. Ada bekas-bekas kotoran coklat yang sontak menodai baju putih sang presiden. 

Saat itu sang presiden memperoleh apresiasi tersendiri karena mau menunggu dan patuh pada protokol FIFA yang membatasi segalanya. 

Maradona? Wartawan olahraga negeri Italia yang berasal dari luar Napoli, hampir semua menyindir sang bintang karena dianggap tidak menaruh hormat bukan saja pada seorang presiden tapi juga tidak pada para wartawan yang telah menunggunya begitu lama.

Kenangan lain saya dapatkan saat jelang hingga laga final Piala Dunia 1990 antara Argentina vs Jerman Barat, Ahad (8/7/1990).

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Halaman:
1 2 3 4 5 6