Desentralisasi Fiskal dan Ekonomi Indonesia

- Pewarta

Sabtu, 7 Juli 2018 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tantangan Berat Menghadapi Desentralisasi Penerimaan dan Biaya Pemerintah

Proses untuk menuju desentralisasi di Indonesia melalui beberapa tantangan yang cukup berat. Risiko yang muncul berkenaan dengan hubungan antara penerimaan pemerintah dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju kepada konsep desentralisasi.

Transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah pada awal transisi ini ternyata tidak cukup untuk membiayai program pelayanan public (yang awalnya diestimasi sebesar 6% hingga 9% terhadap PDB Indonesia).

Bahkan setelah pelaksanaannya pun, kerap kali ditemui banyak sekali mismatch antara pemerintah pusat dan daerah, khsusunya jika berkenaan dengan daerah-daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam (Mansoor, 2000).

Tantangan ini terus menjadi “momok” bagi pelaksanaan desentralisasi fiskal hingga memasuki periode 2016, suatu kenyataan bahwa terdapat indikasi kuat bahwa kualitas pengelolaan keuangan daerah masih harus ditingkatkan.

Tantangan ini tercermin dari belum berkualitasnya pengelolaan belanja negara, yang ditandai dengan begitu buruknya serapan anggaran dan dana-dana pemerintah yang “menganggur” di beberapa perbankan.

Pada tahun 2015 deposito pemerintah pada perbankan, sebagai akibat dari tingginya sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) meningkat sebesar 41,6% pada tahun 2015 (Kementerian Keuangan, 2016), serta peningkatan simpanan pemerintah daerah dalam bentuk giro dengan rata-rata 66,5% pada tahun 2015 (Kementerian Keuangan, 2016).

BACA SELANJUTNYA : Daerah yang Memiliki SILPA, Peningkatan PAD-nya Lebih dari 50 %

Berita Terkait

BNI Salurkan Kredit Hijau Sebesar Rp67,4 Triliun per Maret 2024, 14,2 Persen dari Keseluruhan Wholesale Loan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Tanggapi Soal Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat
Halal Bihalal: Keterlibatan BNSP dalam Acara Silahturahmi PROPAMI dan LSP Pasar Modal
Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto Terbanyak
BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda, Jika Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh
Komisi BNSP dan KADIN Bersatu: FGD Pelatihan Vokasi Infrastruktur Torehkan Prestasi
Profesionalisme Teknisi Akuntansi Meningkat, RCC Asever Kampetans Jadi Momentum
Berikut 7 Langkah yang Bisa Bikin Jantung Lebih Sehat, Salah Satunya dengan Berhenti Merokok dan Vaping
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 30 April 2024 - 11:05 WIB

BNI Salurkan Kredit Hijau Sebesar Rp67,4 Triliun per Maret 2024, 14,2 Persen dari Keseluruhan Wholesale Loan

Jumat, 26 April 2024 - 14:57 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Tanggapi Soal Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat

Selasa, 16 April 2024 - 21:00 WIB

Halal Bihalal: Keterlibatan BNSP dalam Acara Silahturahmi PROPAMI dan LSP Pasar Modal

Kamis, 4 April 2024 - 10:39 WIB

Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto Terbanyak

Kamis, 21 Maret 2024 - 18:47 WIB

BioSaver Card 5758 untuk Solusi Kesehatan Anda, Jika Sudah Ikhtiar ke Mana-mana Namun Belum Sembuh

Kamis, 7 Maret 2024 - 19:13 WIB

Komisi BNSP dan KADIN Bersatu: FGD Pelatihan Vokasi Infrastruktur Torehkan Prestasi

Jumat, 1 Maret 2024 - 21:30 WIB

Profesionalisme Teknisi Akuntansi Meningkat, RCC Asever Kampetans Jadi Momentum

Selasa, 20 Februari 2024 - 09:10 WIB

Berikut 7 Langkah yang Bisa Bikin Jantung Lebih Sehat, Salah Satunya dengan Berhenti Merokok dan Vaping

Berita Terbaru