LIFESTYLE

Begini Cara Pemberian Vaksin Hepatitis B yang Benar

Secara umum vaksin hepatitis B yang digunakan terutama di Indonesia ada 2 macam yaitu derivat plasma dan rekombinan.

INFO FINANSIAL – Penyakit hepatitis B merupakan sebuah kondisi gangguan pada kesehatan yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi oleh virus hepatits B tersebut akan menyebabkan terjadinya peradangan kronis maupun akut pada organ hati penderita. Cara penularannya juga sangat mudah dan cepat yaitu hanya melalui cairan tubuh penderita hepatitis B tersebut.

Bagaimana cara untuk memberikan perlindungan diri agar tubuh kebal dari infeksi virus tersebut? Jawabannya adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis B. Paramedis akan memberikan vaksin sesuai dengan prosedur yang benar yaitu sebagai berikut.

Vaksin hepatitis B memungkinkan untuk diberikan bersama dengan vaksin lainnya.

1. Jenis Vaksin Hepatitis B

Secara umum vaksin hepatitis B yang digunakan terutama di Indonesia ada 2 macam yaitu derivat plasma dan rekombinan. Derivat plasma adalah jenis vaksin yang dalam pembuatannya harus melalui proses purifikasi terlebih dahulu.

Setelah dipurifikasi kemudian partikel tersebut akan dibawa oleh alumunium hidroksida atau aluminium fosfat yang berfungsi sebagai adjuvan. Sedangkan preservatif yang digunakan untuk vaksin derivat plasma ini yaitu thimerosal. Namun meskipun begitu masih ada juga vaksin yang tidak mengandung thimerosal tersebut.

Jenis yang kedua adalah vaksin hepatitis B rekombinan didapatkan dari sintesis sel ragi sehingga menghasilkan partikel yang disebut HbAg. Partikel tersebut bentuknya sferikal dan sifatnya imunogenik. Sedangkan bahan preservatif dan adjuvan yang digunakan sama dengan pada vaksin jenis derivat plasma.

Jenis lain dari vaksin hepatitis B yaitu vaksin kombinasi dengan influenza, polio, DPT, hepatitis A dan HiB.

2. Cara Pemberian Vaksin

Vaksin hepatitis B berupa serum yang harus diberikan kepada pasien melalui injeksi. Pemberian vaksin hepatitis B dilakukan dengan injeksi intramuskular. Injeksi ini dilakukan pada otot deltoid. Baik injeksi hepatitis B untuk anak maupun dewasa dilakukan dengan cara yang sama.

Sedangkan injeksi vaksinasi hepatitis B bagi bayi baru lahir dilakukan pada bagian paha anterolateral.

Namun pada pasien yang memiliki keluhan ataupun komplikasi kesehatan tertentu cara pemberian vaksin hepatitis B akan berbeda. Biasanya injeksi akan dilakukan pada daerah subkutan. Contoh misalnya pada pasien yang memiliki kasus pembekuan darah.

Menurut penelitian yang dilakukan Carpenter et al suntikan pada subkutan efikasinya sama dengan injeksi melalui intramuskular.

3. Cara Penyimpanan Vaksin

Agar tetap memiliki khasiat dan fungsi sebagaimana mestinya vaksin tidak boleh mengalami kerusakan. Oleh sebab itu vaksin hepatitis B tersebut harus disimpan dengan cara yang benar untuk menjaga kualitasnya.

Cara penyimpanan vaksin yang benar baik jenis derivat plasma ataupun rekombinan adalah pada suhu 2°C hingga 8°C. Vaksin tidak boleh sampai membeku karena akan menyebabkan terjadinya disosiasi antigen bahan pembawanya.

Vaksin hepatitis B merupakan jenis vaksin yang sebenarnya cukup stabil berada di dalam suhu ruangan. Vaksin ini mampu bertahan dalam kondisi bagus pada ruangan dengan suhu 45°C untuk penyimpanan selama 1 minggu. Vaksin juga akan bertahan dalam suhu 37°C untuk masa penyimpanan maksimal 1 bulan.

Pada penyimpanan dengan kondisi yang telah disebutkan diatas vaksin hepatitis B tidak akan mengalami perubahan pada imonugenitasnya ataupun reaktogenisitasnya. Hanya saja yang harus selalu diperhatikan bahwa vaksin tidak boleh terkena matahari secara langsung.

4. Kombinasi dengan Vaksin Lain

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa vaksin hepatitis B memungkinkan untuk diberikan bersama dengan vaksin lainnya. Beberapa kombinasi vaksin yang tersedia saat ini yaitu hepatitis B dan DPT, hepatitis B dengan HiB, hepatitis B dengan IPV.

Sedangkan untuk orang dewasa pemberian vaksin hepatitis B seringkali juga dikombinasikan dengan vaksinasi hepatitis A.

Melalui vaksinasi hepatitis B yang dilakukan dengan prosedur yang benar diharapkan tingkat penderita penyakit tersebut bisa menurun. Begitu juga dengan tingkat penularan dan kasus kematian oleh virus hepatitis B bisa dikurangi.

Semua pertanyaan terkait vaksin hepatitis B, vaksin Yogyakarta dan vaksin daerah lainnya bisa Anda dapatkan dengan cara yang mudah. Cukup menggunakan aplikasi Halodoc maka semua masalah kesehatan Anda dan keluarga akan teratasi. Halodoc merupakan solusi kesehatan terbaik bagi keluarga Indonesia.***

KONTAK REDAKSI

Media Infofinansial.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : Infofinansial@gmail.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top