BURSA EFEK

Dapat Ancaman Digugat ke Pengadilan, Ini Jawaban BEI

OJK dan BEI dianggap melakukan pembiaran penggelapan saham milik PTAPT di PT BFI Finance Tbk (BFIN).

Infofinansial.com, Jakarta – PT Aryaputra Teguharta (APT) berencana melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, OJK dan BEI dianggap melakukan pembiaran penggelapan saham milik PTAPT di PT BFI Finance Tbk (BFIN).

Menanggapi ancaman tersebut, Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan, pihaknya akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

“Rasanya kita ikuti saja hukumnya gimana, karena kita kan selalu, aturan hukumnya bagaimana kita ikuti saja,” kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (23/8/2018).

Wapres Jusuf Kalla Buka Perdagangan Saham 2018

Terkait sengketa antara PTAPT dan BFIN, Inarno mengatakan, bursa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwewenang. “Yang mana yang kira-kira resmi sebagai owner segala macam kita hormati saja. Kan ada institusi yang bisa melihat yang mana yang sebenarnya yang resmi,” tegas Inarno.

Adapun sesuai dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN) ditetapkan bahwa PTAPT adalah pemilik 32,32% saham BFIN. Dengan diterbitkannya Penetapan Penundaan oleh PTUN terkait perkara dengan nomor register: 120/G/2018/PTUN-JKT, keberlakuan atas perubahan anggaran dasar PTBFI yang sebelumnya telah disetujui dan atau dicatatkan melalui 10 keputusan oleh Menkumham secara yuridis telah ditunda.

Jasa Armada Catatkan Saham Perdana di BEI

Sebagai bentuk tindak lanjut atas diterbitkannya Penetapan Penundaan ini, Menkumham juga telah melakukan tindakan dengan memblokir Profil Perusahaan dan Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) yang juga dikelola oleh Menkumham. Dengan diblokirnya SABH BFIN maka tidak ada satu pihak pun yang dapat melakukan aksi korporasi terkait BFIN.

Sebelumnya, PTAPT meminta kepada BEI untuk menunda aksi korporasi yang akan dilakukan oleh BFIN. Adapun aksi korporasi yang dimaksud adalah rencana pembelian saham sebanyak 19,9% saham BFIN oleh Compass Banca S.P.A. yang 100% sahamnya dimiliki oleh Mediobanca S.P.A., private investment bank dari Italia.

Termasuk dugaan atas rencana konsorsium Trinugraha Capital & CO SCA, sebagai pihak yang mengklaim sebagai pengendali 42,80% saham di BFIN untuk menjual sahamnya kepada para calon investor (private equity firms).Demikian, seperti dilansir Okezone.com. (*)

KONTAK REDAKSI

Media Infofinansial.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : Infofinansialcom@gmail.com dan redaksi@Infofinansial.com atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top