INFRASTRUKTUR

Saham WSKT dan Perubahan Strategi Manajemen Waskita Karya

Gedung Waskita Karya

Infofinansial.com, Jakarta – Pada harga Rp 1.835, Kamis 16 Agustus, sehari sebelum libur, kalkulasi saya bergetar, memberi sinyal bahwa saya harus membeli saham WSKT. Untung masih ada kas sedikti dalam portfolio.

Sedih hati seorang investor gurem. Mau beralih saham, rasanya semua potensial. Jadilah beli WSKT beberapa puluh lot saja

Di jajaran BUMN karya, WSKT paling menarik perhatian saya. Terbesar. Dari ukuran nilai proyek, pendapatan dan laba. Juga paling murah, bila PER dijadikan ukuran.

Tapi juga punya utang paling gede dan tekanan arus kas paling berat. Pada akhir Juni 2018, WSKT memikul total utang Rp 91,4 triliun.

BUMN karya yang mendapat penugasan pemerintah memang menghadapi arus kas yang sungguh mencekik. Mayoritas proyek bersifat turn key. Uang baru diterima setelah proyek selesai.

Itu pun kalau pemerintah tidak menunda pembayaran, karena alasan teknis APBN. Mayoritas proyek itu juga merentang banyak tahun. Ongkos tunai keluar terus, keran uang masuk masih belum dibuka.

Jadilah Laporan keuangan yang ironis. Pendapatan naik, laba naik, tapi duit utk operasi harus nabrak sana sini. Kalau proyek mangkrak, maka BUMN begini akan mati berdiri.

Itu pula alasan kenapa WSKT harus rela menalangi dulu uang pembebasan tanah. Ujungnya,selain hutang selangit, tagihan pun setinggi awan. Kunci keberlangsungan operasi terletak pada satu kata: perbaiki arus kas!

Makanya saya suka ketika manajemen WSKT mengubah strategi. Tidak memburu proyek, bahkan mengerem perolehan proyek baru dan fokus pada tiga haal :

1). Menyelesaikan proyek proyek yang sudah di tangan, 2). Menagih piutang, dan 3). kreativitas mencari sumber pendanaan baru, terutama yang tidak interest bearing.

Kalau saja pemerintah membayar kewajibannya on time, dan piutang piutang itu berhasil ditagih, bendera WSKT akan kembali berkibar.

Harga sahamnya, bukan mustahil, bisa memcahkan rekor tertingginya di awal tahun ini, Rp 3.110!

Nggak usah khawatir urusan mencari proyek. Dalam daftar Proyek Strategis Nasional, ada 64 ruas tol.

Dan di tahun politik ini, pemerintah Jokowi tidak akan mengabaikan percepatan pembangunan infrastruktur.

Wong program ini ikon keberhasilan Jokowi kok! (Hasan Zein Machmud, pengamat pasar modal, mantan Dirut BEJ).

KONTAK REDAKSI

Media Infofinansial.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : Infofinansialcom@gmail.com dan redaksi@Infofinansial.com atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top